Sunday, September 1, 2013

KARAKTER MAHASISWA ITS




ITS CAK

     Tampilan logo resmi Arek ITS CAK terlihat cukup sederhana.Sebagai komponen utama terdapat tulisan Arek ITS CAK berwarna biru.Dimana kata CAK tertulis dengan huruf bersambung diakhiri tanda seru.Ditambah sebuah garis melengkung di bawahnya berwarna merah dan kata Cerdas, Amanah, Kreatif di bawahnya.Warna merah dan biru untuk menunjukkan semangat dari Arek-arek ITS.Selanjutnya garis bawah pada kata CAK ditambahkan untuk menekankan kata tersebut.Ini ditujukan untuk menekankan bahwa arek ITS memang benar-benar Cerdas, Amanah dan Kreatif. (sumber : website ITS pencipta logo ITS)
Bagi kita, masyarakat kota Surabaya, kata “CAK” sudah tidak asing lagi di telinga. Kata “Cak” sendiri merupakan trademark bagi penduduk kota Surabaya dan tidak digunakan di kota-kota lain. “Cak” biasanya merupakan kata ganti pertama untuk para pria.Karena kata “cak” begitu populer di Surabaya, pihak ITS sampai memakai kata ini sebagai jargon kampus mereka. Sebelum pertengahan tahun 2008, jargon ITS adalah “CUK” yang berarti Cerdas, Ulet, Kreatif. Kemudian kata “CUK” ini diganti dengan kata “CAK” dengan alasan makna konotosi yang terkandung di dalam kata “CUK” tersebut. Akhirnya sampai sekarang  kampus ITS memakai kata “CAK” sebagai jargon mereka. CAK sendiri berarti Cerdas, Amanah, Kreatif.
     Mari kita telaah satu persatu ketiga karakter yang termaktub dalam karakter CAK.Yang pertama adalah Cerdas.Untuk karakter ini, bahwa mahasiswa ITS sebenarnya sudah termasuk dalam golongan cerdas.Mahasiswa kita tidak kalah dengan ITB, UI, UGM maupun PTN-PTN papan atas lainnya di Indonesia dalam hal kecerdasan.Bahkan kecerdasan mahasiswa kita pun bisa bersaing di pentas internasional.Tidak ada mahasiswa “bodoh” di kampus ini.Saya sangat yakin itu.Hanya saja, poin cerdas yang dijelaskan tadi adalah mengenai kecerdasan akademis (Matematis dan Verbal). Dua jenis kecerdasan inilah yang paling dominan dan paling dasar yang dimiliki oleh mahasiswa ITS. Padahal sebenarnya ada banyak sekali jenis-jenis kecerdasan yang dimiliki oleh mahasiswa ITS. Seorang mahasiswa ITS yang cerdas adalah mahasiswa yang mampu mengoptimalkan seluruh jenis kecerdasan yang dimilikinya sesuai minat dan bakatnya untuk mencapai hasil terbaik selama berada di kampus.
     Kemudian karakter kedua dari CAK adalah Amanah. Karakter ini sebenarnya memiliki arti yang hampir sama dengan Tanggung Jawab. Selama ini, Amanah adalah jenis karakter yang masih ‘miskin’ implementasi di kalangan mahasiswa ITS. Mengapa? Contoh gampangnya adalah perilaku mahasiswa selama berkuliah.Banyak kasus mahasiswa ITS yang masih sering membolos dan TA (Titip Absen).Secara tidak langsung, kita melanggar amanah dari orang tua kita. Perilaku seperti ini merupakan contoh kecil miskinnya implementasi amanah di lingkungan mahasiswa ITS. Maka, karakter ini seharusnya sudah dibentuk sejak mahasiswa baru.
     Lalu karakter terakhir CAK adalah Kreatif. Harus diakui bahwa selain cerdas, mahasiswa ITS itu sangat kreatif. Implementasi karakter ini bisa kita lihat dimana-mana.Contoh paling gampang adalah PKM (Program Kreativitas Mahasiswa). Dari tahun ke tahun, jumlah PKM yang dibuat dan PKM yang didanai untuk mahasiswa ITS terus meningkat.Ribuan judul PKM yang dibuat sangatlah bervariasi dan benar-benar orisinil.Fakta ini adalah bukti tegas bahwa mahasiswa ITS adalah mahasiswa yang sangat kreatif.
          Banyak nilai yang terkandung di dalam jargon ITS CAK. Nilai tersebut seharusnya tertanam dalam hati sanubari setiap sivitas akademika ITS pada umumnya.Tidak hanya mahasiswa, dosen pun seharusnya meresapi dalam-dalam makna CAK sesungguhnya, sehingga mampu menjadi teladan yang baik untuk mahasiswanya. Beberapa nilai CAK yang saya ambil dari Deskripsi Model Pendidikan Karakter Bangsa di ITS diantaranya adalah :
               Etika dan Intregitas
Dalam kehidupan bermasyarakat, bernegara, beragama, maupun dalam menjalankan profesinya, Seorang yang cerdas-amanah-kreatif selalu berpegang teguh pada norma-norma yang berlaku di masyarakat, negara, dan agama. Marilah berusaha menjaga amanah ini supaya jangan sampai label cak menjadi negatif karena etika dan ulah minoritas.
               Kreativitas dan Inovasi
Mahasiswa yang kreatif tentunya selalu mencari ide-ide segar yang mampu menghasilkan inovasi dalam mengerjakan tugas dan menjalankan perannya dengan baik.
               Ekselensi
Dengan ekselensi, seseorang akan berusaha secara maksimal untuk mencapai hasil yang sempurna. Walaupun kesempurnaan hanyalah milik Tuhan, namun sebagai makhluk hendaknya selalu berusaha yang terbaik dalam setiap aksinya.
               Kepemimpinan yang kuat
Kepemimpinan yang kuat akan menunjukkan prilaku yang visioner, kreatif, inovatif, pekerja keras, berani melakukan perubahan-perubahan ke arah yang lebih baik. Selain itu, mereka juga harus bertanggungjawab dengan segala tindakannya.
               Sinergi
Mampu bekerjasama untuk dapat memanfaatkan semaksimal mungkin potensi yang dimiliki.
               Kebersamaan dan tanggung jawab sosial
Mampu menjaga kerukunan dan peduli terhadap masyarakat sekitar. Sebuah tanggung jawab sosial yang cukup berat untuk seorang berlabel CAK. Karena mereka akan dituntut menjadi teladan bagi orang-orang disekitarnya.

Mungkin masih banyak lagi nilai yang terkandung di dalam tiga kata sederhana itu. Dengan jargon CAK, sivitas akademika ITS diharapkan mempunyai karakter yang amanah dalam menjalankan tugasnya, mampu mengabdikan diri kepada masyarakat sekitar. Dan yang pasti, hendaknya memunyai mindset dan tindakan yang cerdas dan kreatif.

Menurut HDPSDM

Pasal 2
Dengan berpegang kepada nilai-nilai TDPT dan sesuai dengan visi misi KM ITS maka HDPSDM bertujuan:
1.      Membentuk mahasiswa yang berkualitas dalam segi manajerial,  keilmiahan, atau minat bakat
2.      Membentuk mahasiswa yang memiliki kecerdasan IQ, EQ, SQ
3.      Membentuk mahasiswa yang mampu mengaktualisasikan dirinya atau berkontribusi sesuai potensi pada berbagai bidang di masyarakat
Pasal 9Model mahasiswa ideal dapatdigambarkan sebagai berikut :
1.      Iman dan Taqwa kepadaTuhan Yang Maha Esa. Mahasiswa sebagaimakhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa haruslah senantiasa mensyukuri karunia yang diberikan sebagai wujud keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Dengan dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa diharapkan tercipta keseimbangan, keserasian dan keselarasan dalam segenap aktivitasnya dengan adanya sinergisitas rohaniyah dalamdiri masing-masingmahasiswa.
2.      Kapasitas pemikiran intelektual yang memadai Mahasiswa selaku kader penerus bangsa yang dipundaknya terpikul amanah masa depan bangsa haruslah mempunyai pemikiran intelektual dan wawasan yang luas, dengan demikian generasi penerus diharapkan mampu berpikir jauh ke depan dalam rangka memberikan sumbangsih bagi masyarakat.
3.      Kecerdasan emosional Kemampuan merasakan, memahami, dan secara selektif menerapkan daya dan kepekaan emosi sebagai pengaruh dalam berinteraksi dengan publik dan hubungan sosial yang baik. Apabila mahasiswa pandai menyesuaikan diri dengan individu yang lain atau dapat berempati, mahasiswa tersebut akan memiliki tingkat emosionalitas yang baik dan akan lebih mudah menyesuaikan diri/ beradaptasi dengan lingkungannya.
4.      Integritas diriSebagai aset bangsa maka mahasiswa haruslah memiliki integritas diri yang utuh. Hanya dengan dilandasi nilai-nilai moral yang senantiasa dipegang teguh maka mahasiswa akan memiliki sebuah integritas pribadi yang utuh ketika harus berperan sebagai apapun di masyarakat. Dengan kondisi seperti itu maka diharapkan mahasiswa akan senantiasa menjadi sosok yang dapat dijadikan panutan dan teladan masyarakat.
5.      Jasmani yang kuatKekuatan jasmani akan sangat menentukan berhasil tidaknya pelaksanaan amanah yang dibebankan kepada mahasiswa dengan baik, mengingat begitu besar tugas dan tanggung jawab yang diemban oleh mahasiswa ini. Karena hanya dengan jasmani yang kuat maka pencapaian tugas akan lebih optimal dan maksimal.
6.      Bertanggung jawab dalam bertindakKesungguhan dalam melakukan setiap aktivitas menunjukkan lebih jauh adanya iktikad baik, tekad yang kuat dan bertanggung jawab dalam melaksanakan amanah yang diembankan kepada mahasiswa. Dengan dorongan niat dan keinginan yang kuat maka diharapkan hasil yang dicapai dapat memberikan kontribusi besar bagi masyarakat dan bangsa ini.

Wawasan Kaderisasi

Arti Kader Dan Pengkaderan
            Kader berasal dari bahasa Yunani cadre yang berarti bingkai.Bila dimaknai secara lebih luas berarti orang yang mampu menjalankan amanat, memiliki kapasitas pengetahuan dan keahlian, pemegang tongkat estafet sekaligus membingkai keberadaan dan kelangsungan suatu organisasi.Kader adalah ujung tombak sekaligus tulang punggung kontinyuitas sebuah organisasi.
            Pengkaderan berarti proses bertahap dan terus-menerus sesuai tingkatan, capaian, situasi dan kebutuhan tertentu yang memungkinkan seorang kader dapat mengembangkan potensi akal, kemampuan fisik, dan moral sosialnya. Sehingga, kader dapat membantu orang lain dan dirinya sendiri untuk memperbaiki keadaan sekarang dan mewujudkan masa depan yang lebih baik sesuai dengan cita-cita yang diidealkan, nilai-nilai yang diyakini serta misi perjuangan yang diemban.

Esensi Pengkaderan :
1. Akselerasi Perkenalan.
Sebenarnya tanpa pengkaderan pun mahasiswa juga akan saling mengenal. Namun, permasalahannya adalah seberapa lama mereka akan saling kenal secara keseluruhan, dan juga berapa banyak mahasiswa baru yang bersedia untuk berkenalan. Pada kenyataanya, masih lebih banyak mahasiswa baru yang enggan berkenalan dengan seluruh rekan-rekannya di awal kecuali dianjurkan dengan pengawasan atau diarahkan oleh senior-seniornya. Maka adalah tujuan pengkaderan untuk mempercepat proses perkenalan mereka.
        Mempercepat saling kenal satu mahasiswa baru dengan yang lain, dan juga dengan senior, dosen, satpam dan karyawan
        Mengenalkan sejarah kampus, kebesaran-kebesaran yang pernah diraih, dan harapan-harapan jurusan/kampus di masa depan
        Mengenalkan roadmap perjalanan di kampus, secara akademis maupun non-akademis (kemahasiswaan)
        Memperkenalkan himpunan, aktivitas-aktivitas yang dilakukannya, dan manfaat yang akan diterima oleh mahasiswa baru tersebut

2. Membuat Mahasiswa baru jadi Familiar dengan Dunia Perkuliahan.
            Memasuki dunia perkuliahan, mahasiswa baru akan menemukan dunia yang baru; sistem kuliah SKS, praktikum, responsi, asistensi, begadang untuk mengerjakan tugas, dan lain-lain. Apapun yang akan dijalani, mahasiswa baru akan sangat terbantu ketika diberi preview dan juga kiat oleh para senior. Masih banyak mahasiswa baru yang terlalu malu untuk bertanya, atau seringkali mereka bahkan tidak tahu apa yang perlu ditanyakan. Semakin mahasiswa baru mengetahui apa yang akan mereka jalani, semakin besar juga rasa percaya diri serta persiapan diri untuk menghadapinya.
            Untuk itu, diperlukan adanya brainstorm dengan sesama rekan terkait apa saja yang biasa dialami oleh mahasiswa dari jurusan/kampus. Misalnya untuk mahasiswa kedokteran; bahwa pada dua tahun pertama akan banyak menghabiskan waktu di laboratorium dan kelas, mengambil mata kuliah seperti anatomi, biokimia, patologi dst (di-list dan dijelaskan). Pada akhir dari tahun ke-2 mulai dipertemukan dengan pasien dengan bimbingan dari dokter, dst. Intinya adalah timelining, mulai dari semester pertama hingga lulus tahap apa saja yang akan dijalani, apa saja yang perlu dipelajari, semua berdasarkan urutan.

3. Membuat Mahasiswa baru Menjadi Familiar dengan Dunia Kerja Mereka.
Bukan hanya perlu tahu dunia perkuliahan, mahasiswa baru juga perlu dikenalkan secara dini dengan dunia kerja dan apa yang akan terjadi di sana. Sewaktu masih SMA, banyak siswa yang memilih jurusan tertentu dengan pemahaman yang sepotong-sepotong, atau malah bisa jadi sekedar ikut-ikutan teman.Para senior bisa membantu mahasiswa baru mengenal esensi dan tabiat kerja sesungguhnya dari dunia profesi tertentu. Dengan lebih mengenal, diharapkan juga akan muncul penghargaan dan kebanggaan yang sepatutnya pada keprofesian yang akan dijalani.

4. Membuat Mahasiswa baru menjadi Familiar dengan Cara Belajar ala Mahasiswa.
            Karena sudah masuk di jurusan tertentu, maka di sana akan banyak ilmu-ilmu dan wawasan spesifik yang bisa dimengerti dan dihafalkan dengan metode dan trik tertentu. Ini biasanya turun menurun, bisa jadi datang dari dosen atau mahasiswa. Pun juga strategi dalam menghadapi praktikum, penugasan besar pribadi dan kelompok, pasti deh ada contoh sukses atau best practice yg bisa ditiru.

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Recent Post