Wednesday, July 31, 2013

Sekularisme Mahasiswa



 Artikel ini sedikit mencurahkan apa yang saya dapat ketika hidup berorganisasi. Penuh dengan rasa nasionalisme dan politik walaupun kecil-kecilan, Yang paling jelas pada dunia keorganisasian adalah ketika kita harus mengenyampingkan ibadah dari hal-hal organisasi seperti rapat, even, dam lain sebagainya. Memang tak semua organosatoris itu meninggalkan ibadah. Tetapi kita lihat mayoritas fakta yang ada. Disamping ada argumen yang mengatakan bahwa tergantung yang menjalankan. Tetapi godaan untuk meninggalkan agama itu selalu ada. Mulai dari godaan kecil seperti kata-kata nanggung, sampai atas nama nasionalisme  yang selalu dibicarakan kalangan aktivis tingkat tinggi. Dan saya merasa bau sekularisme mulai ditanamkan secara tidak langsung kepada mahasiswa. Terlalu negatif thinking itu mungkin pendapat anda yang membaca. Tetapi bagi saya, apa yang saya rasakan dalam kehidupan, itu yang saya tulis. Baik buruk dituliskan, why not? Mari kita coba kita bahas, sebenarnya apa sih sekularisme itu?
Sekularisme atau sekulerisme dalam penggunaan masa kini secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah institusi atau harus berdiri terpisah dari agama ataukepercayaan. Sekularisme dapat menunjang kebebasan beragama dan kebebasan dari pemaksaan kepercayaan dengan menyediakan sebuah rangka yang netral dalam masalah kepercayaan serta tidak menganakemaskan sebuah agama tertentu.
Sekularisme juga merujuk ke pada anggapan bahwa aktivitas dan penentuan manusia, terutamanya yang politis, harus didasarkan pada apa yang dianggap sebagai bukti konkret dan fakta, dan bukan berdasarkan pengaruh keagamaan.
Tujuan dan argumen yang mendukung sekularisme beragam. Dalam Laisisme Eropa, diusulkan bahwa sekularisme adalah gerakan menuju modernisasi dan menjauh dari nilai-nilai keagamaan tradisional. Tipe sekularisme ini, pada tingkat sosial dan filsafat seringkali terjadi selagi masih memelihara gereja negara yang resmi, atau dukungan kenegaraan lainnya terhadap agama.
Dalam kajian keagamaan, masyarakat dunia barat pada umumnya dianggap sebagai sekuler. Hal ini dikarenakan kebebasan beragama yang hampir penuh tanpa sangsi legal atau sosial, dan juga karena kepercayaan umum bahwa agama tidak menentukan keputusan politis. Tentu saja, pandangan moral yang muncul dari tradisi keagamaan tetap penting di dalam sebagian dari negara-negara ini.
Sekularisme juga dapat berarti ideologi sosial. Di sini kepercayaan keagamaan atau supranatural tidak dianggap sebagai kunci penting dalam memahami dunia, dan oleh karena itu dipisahkan dari masalah-masalah pemerintahan dan pengambilan keputusan.
Sekularisme tidak dengan sendirinya adalah Ateisme, banyak para Sekularis adalah seorang yang religius dan para Ateis yang menerima pengaruh dari agama dalam pemerintahan atau masyarakat. Sekularime adalah komponen penting dalam ideologi Humanisme Sekuler.
Beberapa masyarakat menjadi semakin sekuler secara alamiah sebagai akibat dari proses sosial alih-alih karena pengaruh gerakan sekuler, hal seperti ini dikenal sebagai Sekularisasi
Lihatlah ketika khidupan oganisasi yang amat kecil saja sudah mengenyampingkan urusan akhirat. Semua keburukan yang ada negara ini tak akan pernah bisa diperbaiki. Saya percaya agama saya, Islam, bisa menjadi landasan dalam kehidupan sehari-hari. Semua yang diaturkan seperti mengapa shalat lima waktu, mengapa harus berzakat, puasa, dan lain sebagainya, tak satupun yang tidak berguna bagi khidupan maupun politik sekalipun. Sedikit pertanyaan, apakah ketika kita mengenyampingkan masalah agama dalam kehidupan keduniawian kita akan lebih baik dalam menjalanka semua roda dikehidupan ini? Saya rasa tidak.
"Dan budaya komunisme  itu telah sukses ditanamkan dan menggunakan kata nasionalisme sebagai hal yang dianggap paling ideal untuk menjadi warga negara. Taat beragama dianggap fanatik, agama ditinggal sudah menjadi hal yang wajar. keidealan juga dianggap omong kosong dan tak pernah ada yang ingin berjalan bersama menuju keidealan yang baik." -Aziz Nugroho, Mahasiswa Indonesia


1 comment:

  1. Sangat menarik untuk menyadarkan para mahasiswa yang mudah diiming-imingi sesuatu. Ane izin share bang

    ReplyDelete

Popular Posts

Recent Post