Saturday, November 16, 2013

Arti Dari Sebuah Independensi

Untuk intronya, saya ceritakan sedikit tentang kampus saya. Kampus perjuangan dimana kebudayaan organisasi masih kental dirasakan. Organisasi atau orma saling berlomba memberikan kontribusi untuk rakyat, dan beberapa badan yang bertugas menyinergikan semua orma tersebut dengan parameter minimal tidak ada jadwal yang saling bertabrakan. Saya bangga dengan kampus ini, kampus yang selalu ingin menjadi juara, kampus yang berkembang pesat, dan kampus yang memiliki tingkat kepedulian kepada rakyat yang tinggi. Dikampus ini segalanya seperti perjuangan. Dari mulai mendapat nilai, bersosialisasi, dan berprestasi. Wajar saja sejak awal mental kami dibentuk seperti mental pejuang yang sampai titik darah penghabisan pun harus hidup bermanfaat. Dan tak lupa dikampus kami terdapat sistem kaderisasi yang membuat organisasi kami tak mudah runtuh.
Cuplikan cerita diatas menggambarkan betapa kuatnya dinamika kampus kami. Yang memiliki pandangan dan masih terikat pada tujuan awal perguruan tinggi, membangun Indonesia dan memecahkan permasalahan rakyat. Judul yang saya angkat sedikit bersinggungan dengan intro yang saya ceritakan. Independensi adalah suatu kata yang mayoritas organisai yang ada di kampus kami pakai. Tidak bergantung pada yang lain dan tidak mementingkan golongan lain.
Dari kata independensi tersebut, tentunya ada pihak yang akan diolok-olok ketika mengikuti organisasi ekstra kampus terutama yang berbau parpol. Sampai setiap calon presiden BEM yang mencalonkan diri pasti diungkit-ungkitkan dengan ormek mereka, dihubung-hubungkan dengan partai yang bersangkutan, dan dihujat karena kelakuan kader partai yang tidak baik seperti korupsi, narkoba, dll. Pertanyaannya, salahkah mereka yang mengikuti ormek? Dan apakah yang 'katanya' independen itu selalu yang paling benar dan berguna bagi sekitarnya?
Memberi opini dari anggapan yang paling akhir yaitu menyangkut-pautkan kader partai yang melakukan tindakan buruk dengan yang lain. Analoginya seperti ini. Jika kita adalah mahasiswa Hukum yang dulunya memiliki lulusan koruptor, apakah kita juga dianggap kader korup dari jurusan kita? Analogi yang pas jika dibandingkan dengan materi LKMM pra-TD materi kesalahan berfikir yang memberikan informasi kepada kita bahwa over generalisasi itu tidak baik.
Selanjutnya, apakah independensi itu yang paling baik? Mereka berbicara tentang kepentingan golongan. Dan mereka menganggap bahwa mereka membawa kepentingan yang benar. Lantas, jika ada calon yang maju menjadi calon ketua sebuah organisasi, apakah mereka tidak bersama golongan-golongan mereka? Suatu hal yang lucu ketika kita berbicara independen tetapi pada kenyataannya hal yang seperti itu tidak ada. Ini hal yang menurut saya menjadi sesuatu yang musti dikaji ulang tentang Independensi. Karena pada hakekatnya tak ada suatu hal pun yang insependen.
Sebelumnya dari saya pribadi meminta maaf jika dari tulisan ini banyak menggunakan opini dan banyak pula kata yang kurang berkenan. Ini hanya sebuah coretan pendek tentang kehidupan kita yang saling mengolok-olok satu sama lain. Bukan untuk membela salah satu pihak, tetapi untuk menyeimbangkan opini umum tentang kepentingan golongan dan independensi. Mohon maaf jika banyak salah kata, semoga bermanfaat. 
"politik itu suci, yang kotor adalah orang-orang didalamnya"-saya dapat dari mas Djuan Pandu

1 comment:

  1. Setidaknya golongan independen tidak mempunyai kepentingan politik di kampus.
    Pure untuk kampus. No background parpol.
    ^^

    ReplyDelete

Popular Posts

Recent Post