Showing posts with label Mahasiswa Wirausaha. Show all posts
Showing posts with label Mahasiswa Wirausaha. Show all posts

Sunday, November 18, 2012

Apa Itu Ojek Biru?

Posting ini dikhususkan untuk info masalah Ojek Biru yang sudah mulai meluncur.
Apa itu Ojek Biru?
Adalah fasilitas umum berbayar yang dikhususkan bagi mahasiswa ITS untuk mempermudah dan memperaman transportasi menuju Stasiun, Terminal, dan Bandara*.
*masih belum fix
Tujuan Ojek Biru apa?
Selain mempermudah transportasi teman-teman yang pulang kampung, kami juga berharap beberapa teman yang ingin menambah uang saku untuk ikut join jadi ojekers  dari Ojek Biru. Dan nantinya ini menjadi usaha bersama mahasiswa ITS.
Bagaimana caranya menikmati fasilitas ini?
cukup sms/bbm** ke 085731327104/29657fe7
dengan mengetik nama_nrp_tempat_waktu jemput_keterangan tambahan
*keterangan tambahan bisa berupa jumlah dsb
**pemesanan ojek selambat-lambatnya 45menit sebelum datang di tempat penjemputan
supaya pelanggan tidak lama menunggu dan ojekers bisa persiapan
***pelanggan diwajibkan menunggu pada tempat-tempat yang telah ditentukan:
gubeng: musolah stasiun lama
bungurasih: musolah dekat pintu masuk
(untuk tempat lain, masih menunggu keputusan)
tarif baik mengantar maupun menjemput sama
Berapa tarifnya?
InsyaAllah murah
ITS-gubeng/gubeng-ITS>>>>>Rp8000(tarif ojek biasa menurut pengalaman Rp15000)
ITS-bngurasih/bungurasih-ITS>>>>>Rp15000(biasanya bisa sampe 20000 keatas)
nb: lebih murah dari ojek biasa yg kurang aman.
Lalu, keunggulan dari ojek biasa apa?
1.lebih murah di banding ojek biasa.
2.lebih aman dan terpercaya, karena kita satu kampus.
3.lebih nyaman karena kami mengutamakan kenyamanan.
4.ikut menyumbang bagi ojekers yg kurang mampu.
5.secara tidak langsung menyumbang ke fakir miskin Rp500

Aturan mainnya gimana mas?

>tidak menerima pesanan jam 23.00-04.30.
>jika ingin di jemput pada waktu-waktu tersebut diatas, tolong pesan sebelum pukul 23.00.
misal:pengen di jemput pukul 00.45, bisa sms pesan pukul 22.00.
>kuota barang yg berlebih akan menambah biaya(tetap tidak lebih dari harga ojek biasa/taxi)
>setelah antar/jemput sukses, pelanggan berkewajiban memberi pesan kesan(sekali saja)
>harap dimaklumi jika permintaan tak dipenuhi, karena kita sama-sama mahasiswa^_^
Kalau mau jadi ojekers?
1. Kirim email "nama_nrp_alamat asal_motivasi menjadi ojekers" ke aziznugrohoits@gmail.com
2. Bersedia bertemu dan berbincang dengan kami.
3. Saat bertemu, wajib membawa KTP dan KTM.
Aturan jadi ojekers?
1. Membayar iuran awal Rp5000
2. Sekali narik diharap menyumbang Rp500 untuk infaq dan Rp500 untuk iuran komunitas.
3. Siap sedia setiap ada panggilan.
Keuntungan menjadi ojekers?
Hanya menyumbang Rp1000 dengan transparasi dana Rp 500 untuk menyumbang kaum tidak mampu dan Rp 500 untuk sumbangan ke Ojek Biru. Sisanya bisa di bawa. Rekomendasi, motor yang irit bahan bakar saja.

Wajib Cari Uang

Mahasiswa sudah sewajarnya bisa mencari uang sendiri. Mau sampai kapan kita hanya meminta terus tanpa berusaha? Itu yang selalu terlintas dalam benakku. Aku selalu membeli barang-barang yang ku mau, tetapi bukan dengan uangku. Memang semuanya tercapai, dan semua pencapaian itu selalu disertai dengan memandang wajah Ibu yang letih dan lelah. Ya, hampir 70% biayaku dibackup oleh Ibuku. Entah apa yang menyebabkan beliau begitu kerasnya mencari uang, hanya untuk anak yang selalu merepotkan tanpa prestasi ini. Tak jarang beliau menelfon dengan nada hampir menangis.
Setelah lama berfikir keras akhirnya beberapa ide untuk membuat usaha kecil-kecilan. Dari mulai pre order jersey, sampai hampir ikut LBB. Tetapi semua gagal. Yah, namanya saja usaha. Kalau sukses terus juga tak mungkin kan.
Dan akhirnya tercetu ide untuk ngojek. Aku beri nama Ojek Biru karena warna kebanggaan kampusku adalah biru dan memang diutamakan untuk mahasiswa ITS. Banyak pro kontra yang timbul ketika ku cetuskan ide tersebut. Yang pro ya teman-teman dekat yang selalu mendukung langkah-langkahku. Tetapi ada juga yang kontra karena hakekatnya mahasiswa kok mau ngojek. Aku hanya bisa menjawab 'inilah pemikiran out of the box yang ditanamkan dulu.
Setelah itu juga keluar ide untuk memelihara ayam. Mengapa ayam, karena harga anakannya murah dan perawatannya tidak ribet. Disamping itu harga jualnya masih relatif tinggi. Ada sedikit kendala ketika harga ayam yang diperkirakan paling mahal Rp 2.500 ternyata mencapai Rp 4.500. Itu juga menjadi hambatan ketika tidak pasti yang dipelihara itu bertahan hingga dewasa. 
Kedua rencana itu awal yang aku harapkan bisa sedikit menunjang biayaku di Kampus Perjuangan ini. Sedikit muluk-muluk tetapi hanya satu harapanku, Supaya Ibuku tak harus berkerlelah-lelah kerja untuk menghidupi anaknya. Dansemua bukan semata supaya aku disebut mahasiswa ideal yang bisa mencari uang, menjadi aktivis, dan mempertahankanakademik. 

Popular Posts

Recent Post